Minggu, 23 Desember 2012

makalah gangguan bahasa pada anak


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Kebijaksanaan bahasa dapat memilih dan menentukan sebuah bahasa dari sejumlah bahasa yang ada dalam suatu Negara untuk dijadikan bahasa nasional atau bahasa resmi kenegaraan dan dari Negara tersebut. Kemudian perencanaan bahasa dapat memilih menentukan sebuah ragam bahasa dari ragam-ragam yang ada pada bahasa yang sudah dipilih untuk menjadi ragam baku atau ragam standar bahasa tersebut. Proses pemilihan satu ragam bahasa untuk dijadikan ragam bahasa resmi kenegaraan maupun kedaerahan, serta usaha-usaha pembinaan dan pengembangannya yang biasa dilakukan terus- menerus tanpa henti, disebut pembakuan bahasa atau standardisasi bahasa. Apa yang disebut bahasa baku, apa fungsiya, bagaimana penggunaannya, bagaimana proses pembentukannya, akan dibicarakan secara singkat dalam makalah ini.

B.     RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana penjelasan pengertian bahasa baku ?
2. Bagaimana fungsi bahasa baku ?
3. Bagaimana penggunaan bahasa baku ?
4. Bagaimana proses pembentukan bahasa baku ?

C.     TUJUAN
Makalah ini saya buat bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa STKIP-PGRI LLG mengenai bahasa baku.































BERBAGAI GANGGUAN BERBAHASA PADA ANAK





1.      Keterlambatan Berbahasa Anak


Gangguan berbahasa dapat berupa keterlambatan berbicara. Keterlambatan perkembangan berbicara yang paling sederhana adalah keterlambatan perkembangan bahasa anak di bawah umur. Gejala keterlambatan yang muncul apabila anak berumur 10 bulan belum dapat mengoceh dan 18 bulan belum menguasai kata “ papa “ dan “ mama “ atau 2 tahun belum dapat merangkai kalimat dari dua kata atau bicaranya tidak dapat dimengerti oleh orang tuanya atau tidak mengerti apa yang dikatakan kepada anak itu.


2.      Klasifikasi Gangguan Bahasa


Bernstein dan Tiegerman ( 1985 ) membagi gangguan berbahasa anak ke dalam 5 kategori penyebab, yaitu :

  1. Gangguan berbahasa dan komunikasi yang berhubungan dengan gangguan motorik.
  2. Gangguan bahasa dan komunikasi yang berhubungan dengan defisit sensoris, termasuk dalam kategori ini adalah anak dengan gangguan pendengaran.
  3. Gangguan bahasa dan komunikasi yang berhubungan dengan kerusakan pada susunan syaraf pusat, dapat bersifat ringan sampai berat, termasuk dalam kelompok ini antara lain afasia.
  4. Gangguan bahasa dan komunikasi yang berhubungan dengan disfungsi emosional sosial.
  5. Gangguan bahasa dan komunikasi yang berhubungan dengan gangguan linguistik, termasuk dalam ini adalah anak yang terbelakang mental.


3.      Hubungan antara Ingatan dan Bahasa


a.      Disfasia Perkembangan

Disfasia perkembangan adalah disfasia yang dialami anak apabila terdapat defisit dalam ekspresi verbal atau pemahaman bahasanya, tidak termasuk di dalamnya gangguan pendengaran, motorik, terbelakang mental, kerusakan otak, emosional atau lingkungan bicara yang kurang mendukung.


b.      Afasia pada anak


Afasia adalah hilangnya ingatan fungsi bahasa yang telah diperolehnya. Ada beberapa afasia pada anak, yaitu disfrasia oral, disleksia dan disgrafia. Disfrasia oral adalah gangguan berbahasa anak dalam mengucapkan kata-kata. Anak dapat mengingat kata-kata, tetapi dapat mengasosiasikan kata ke dalam pola motorik oral. Disleksia adalah gangguan berbahasa anak dalam membaca yang disebabkan oleh disfungsi minimal otak. Ada disleksia visual dan disleksia auditoris. Disgrafia merupakan gangguan dalam proses ekspresi tulisan. Anak tidak mampu mengekspresikan simbol-simbol untuk mengutarakan pikiran, perasaan, dan ide ke dalam kata-kata tulisan.







BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN


Bahasa baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian warga masyarakat pemakainya sebagai ragam resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan penggunaannya. Bahasa baku mempunyai beberapa fungsi diantaranya (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi pemisah, (3) fungsi harga diri, (4) fungsi kerangka acuan. Kemudian dasar-dasar atau criteria yang digunakan dalam pemilihan bahasa baku antara lain (1) otoritas, (2) bahasa penulis-penulis terkenal, (3) demokrasi, (4) logika, (5) bahasa orang-orang yang dianggap terkemuka dalam masyarakat.

B.     KRITIK DAN SARAN

Andaikata dalam pembuatan makalah tentang bahasa baku ini terdapat banyak kekeliruan, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar saya sebagai penulis bisa memperbaiki lagi semua kekurangan dan kesalahan saya dalam menyusun sebuah makalah .





DAFTAR PUSTAKA





Dradjowidjojo, Soejono. 2005. Psikolinguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Yayasan Obor : Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar